Gelap,  aku melompat dari kasur sudah jam 4 subuh, si Sobri ku yakin sudah mulai resah menungguku di warung kopi yang bergaya ala cafe plus free wifinya. Pagi ini kami sudah sepakati, tepatnya malam tadi baik lewat chat whatsapp dan empat mata, bahwasanya Sobri mau dan rela menutup warung kopinya sehari penuh demi menemaniku pulang ke kampung leluhur kami sipirok. Sobri memang sahabat yang baik walau sering mendapat kritikan level 10 dari temannya yang punya teman, dia tetap bisa lapang dada, meski pernah raket kesayangannya yang  menurut ku produk KW merek Yonex nano9900 patah dan tak ada yang mengaku sebagai pelakunya, ya manusiawilah walau terkadang suaranya sedikit mengacam jiwa berdaging yang pernah menyentuh raket itu.

Pagi gelap itu hari jumat tepatnya lagi hari raya haji, saat berkurban adalah ibadah wajib bagi umat yang meyakininya, kurban bukan lah tentang sapi, kambing, domba, ayam  sahaja unta juga boleh dijadikan hewan kurban, tapi Sang Pembawa Kabar Baik lebih memilih domba putih bercorak hitam. Selamat Idul Adha.