Kampung itu Lebih Kejam daripada Kota ?

Oleh Ritongamulia pada tanggal Mei 21st, 2017 | Thoughts

Menyerempet sedikit mencoba membelai hati penguasa yang tidak acuh atau bisa saja tak berdaya, hidup dikampung itu lebih kejam dari kota? apa iya? apa benar? hayo ngacung orang yang tinggal dikampung? saya tinggal di sebuah kampung yang mengaku kota karena syarat sudah terpenuhi yang letaknya 8 jam dari kota pekanbaru, begitu juga kota medan dan kota padang posisinya enak segitiga emas.

Sekitar 2 tahunan merelakan diri menyongsong esok dengan turun ke kampung, ya rasa optimisme adalah bekal yang saya bawa dari kota, membangun kota kelahiran atau tidak mencoba memberi mengamalkan ilmu yang didapat, wake me up boy!  emang mudah ? optimisme itu ngga luntur cuma mulai terkikis oleh penyakit bosan dan malas. Dari mana saya mulai? baiklah melamar kerja dulu atau nyari nyari lowongan yang dibuka,

Singkat ceritanya lowongan didapat, senangnya dalam hati saat ingin memasukkan lamaran pendaftaran sudah ditutup, padahal kemaren masih dibuka untuk 1 bulan kedepan, baiklah saya terima, baik pak terima kasih, kira-kira bapak tahu ngga perusahaan mana yang membuka lowongan di sekitar sini, sebenarnya banyak nak jawab beliau, namun tertutup hanya untuk lingkuangan keluarga dekat saja, orang seperti anda yang tidak dikenal atau tidak punya famili di perusahaan ini tidak boleh melamar kecuali anda langsung dimandat oleh bapak walikota atau kepala dinas, baru boleh. Kamu ngga perlu sekolah yang bagus bagus kuliah, ngga penting itu nyari di sekitar sini aja bayar saat mau skripsi 1-5 juta tergantung kesepakatan anda dengan dosen pembimbing, kalo kamu anak orang terkemuka tenang semua bisa di atur.
Bapaknya kerja dimana ? Ooo pak ini ya kok ngga bilang dari tadi, kan bisa kita proses cepat ngga usah pake lamaran, besok kita urus, langsung masuk aja. titip salam sama bapak ya nak.
Makanya bang! banyak-banyak berteman jangan sama komputer aja!

Kesimpulan / Conclusion

Hidup itu dinamis, hitam putih abu-abu merah jingga dan biru hidup lebih cenderung baik itu akan banyak masalahnya jika tidak dibarengi dengan rasa kehambaan, menggenggam bara api itu biasa untuk makhluk seperti anda, berusaha dan tetap baiklah rejeki ngga akan kemana mas bro.

Tinggalkan Balasan