Wajah Kelahiran yang Tidak Kumiliki Saat kau Hadir

Oleh Ritongamulia pada tanggal Mei 1st, 2017 | Thoughts

Bukan pegawai atau karyawan yang setiap pagi harus ada dijalanan menuju tempat bekerja, hanya buruh yang tak menentu penghasilannya dan sering sekali mengeluh menatap rumah bertingkat yang hampir ambruk didepan rumah, dan selalu hatiku berkata seandainya rumah itu milikku.Pagi demi pagi kujalani hanya dari kamar ke kamar di kontrakan kami sesekali keruang tv 14 inch yang ada di tengah untuk melepas lelah atau bosanku bekerja di dunia maya

 Jaraknya tidaklah jauh satu dua langkah kau akan sampai disana, sungguh aku tidak boleh protes aku harus bahagia dan aku harus bisa tersenyum di depannya walau seringkali gundah dan manjaku harus diobatinya lagi, uang kontrakan, air menjadi pusat perhatian setiap bulannya, Alhamdulillah listrik setiap bulan hanya membayar Rp.9000 – Rp. 15000 walau setiap hari harus menyalakan pentium 4 ku.

 


Hari kelahiran itu akan datang bisa seminggu lagi atau besok namun sepeserpun aku tak punya, ya Allah...

Saat itu tiba, jam 12 malam gumpalan darah pertama, kami langsung bergegas menuju rumah bidan  yang ada di dekat rumah, tidak terasa lagi walau kami harus menanjak 100 anak tangga lagi menuju kesana. Posisi rumah kami memang miring kami berada di rumah kontrakan yang siap jatuh kapan saja, sudah banyak melarang kami tinggal disana tapi kami tetap ngeyel pemadangannya bagus disini, ngalahin villa di puncak.

Wajah sang lelaki penyambut saat kelahirannya adalah wajah kelelahan mungkin hanya ada sedikit senyum yang tersimpan disudut hati, mungkin seperti wajah kang didi Standup Comedy suci 7 "wajah jangan di sedih-sedih in kang" wajah saya bukan disedih-sedihin ucapnya namun saya terlalu mendalami peran menjadi orang miskin.

Kesimpulan / Conclusion

Terkadang aku harus merelakan, bahwa hidup itu tidak seindah film korea atau senikmat video klip tulus "jangan cintai aku apa adanya" saat si badut bertemu dengan anak pertamanya dengan wajah yang ceria dan begitu romantis, berlari, tergopoh buru-buru mau lihat, betapa besar dan bahagia jiwanya menyambut pujaan hati barunya . but not Me, aku baru bisa tersenyum setelah 2 hari kelahiranmu, aku bersyukur dan bahagia kalian berdua selamat walau bukan senyum senikmat video clip tulus

Tinggalkan Balasan