Bukan pegawai atau karyawan yang setiap pagi harus ada dijalanan menuju tempat bekerja, hanya buruh yang tak menentu penghasilannya dan sering sekali mengeluh menatap rumah bertingkat yang hampir ambruk didepan rumah, dan selalu hatiku berkata seandainya rumah itu milikku.Pagi demi pagi kujalani hanya dari kamar ke kamar di kontrakan kami sesekali keruang tv 14 inch yang ada di tengah untuk melepas lelah atau bosanku bekerja di dunia maya