#digitallife #makepossible

Gadis-Gadis Penakluk Hati!

Di Era Digital

Kini Era digital, dulu aku suka membuat karya dari sampah yang dibuang orang, memperbaiki yang rusak dan membuatnya menjadi sesuatu yang baru atau lebih baik lagi,  hobi ngoprek kalo istilah zaman sekarang. 

Dulu sekali sebelum lulus SMA seorang sahabat pernah menanyakan ” Mul, nanti kuliah mau ambil jurusan apa” Eng ing eng “Jurusan?” belum tahu mau ambil jurusan apa yang paling aku tahu cuma satu yaitu kedokteran, soalnya jurusan ini yang paling sering disebut oleh para Sang juara disekolahku.

Lucu dan mengharukan soalnya informasi yang sampai di telingaku cuma itu doang Jurusan Kedokteran, Namun jalan hidup membawaku ke sebuah universitas swasta di Bogor dan aku terhenti di Fakultas Ekonomi, yang kemudian menjuruskan aku untuk mendaftar di universitas negeri dan mengambil jurusan komunikasi. Sayangnya tak satupun yang berhasil meraih hati dan memuaskan keinginanku. 

Kurang informasi ? baru mengenal hidup di kota? banyak tantangannya, broh!

Maklum perantau, transferan bulanan orangtua yang hanya cukup untuk makan sekali sehari harus kuterima dengan lapang dada, rasanya lumayan nikmat kalau ngga dipikirkan, dan cukup sakit kalau jumlah rupiah itu singgah dikepala walau cuma 1 detik, bayar fotokopian? bayar sewa komputer warnet? telepon emak minta bantuan? harus bayar wartel ? dan mudah-mudahan dapat bantuan.

Sudahlah, “pikirku” Bro ada kerjaan ngga? “Ada, Mul. mau jaga warnet di kampus? dapat makan sekali sehari”. “Mau!” Kerja di warnet kampus mulai jam 7 malam sampai jam 12 malam, gaji lumayan dapat 2 kali lipat dari transferan emak. Oke let’s go.

Singkat cerita, jagain warnet kampus  menghantarkanku ke depan pintu gerbang dunia digital yang mengagumkan kini, serunya di moment ini aku banyak berkenalan dengan gadis-gadis yang bernama Website, PHP, HTML, CSS, MySQL, CMS, domain, hosting, PPC, SEO dan aplikasi desain. Jurusan tanpa universitas yang berisikan gadis-gadis yang memesona dan seru untuk diajak ngapain aja dan kemana aja.

Web, Blog,Situs, koding, im'in love.

Dunia website menjadi pilihanku, otodidak menjadi keharusan ya saat itu walau bukan jurusan teknik informatika  aku tak pernah merasa pesimis tidak akan mampu menaklukkan gadis-gadis yang aku sebutkan sebelumnya, Gadis yang bernama HTML, CSS, dan PHP adalah yang pertama walau awal terasa berat tak tahu mana kepala dan mana kakinya, yang penting maju terus pantang mundur. 

Beli buku baru dan bekas, baca tutorial di internet, download video tutorial dll semua aku jalanin, sampai satu saat aku bertemu lagi dengan seorang gadis yang bermata besar, berwarna rambut hitam yang sedikit malu-malu,  mungkin dia takut sebab ia bisa merusak banyak hal yang sudah menjadi tradisi saat itu, gadis itu aku suka dan aku langsung jatuh cinta, brur!.

Gadis itu bernama ?

semua bisa punya website/blog sendiri

Ya, wordpress menjadi pilihanku semenjak awal perkenalan di tahun 2005 lalu, wordpress yang membuatku ingin belajar bagaimana cara membuat blog, gadis yang satu ini selalu membuatku ingin lagi dan terus mengembangkannya mulai dari ngeblog, buat company profile, toko online, website sekolah, universitas, ataupun marketplace. Hampir semuanya  bisa dibangun dengan menggunakan wordpress ini. 

Mudah, murah dan banyak temannya, saat stuck ngga punya solusi, buntu, gak tahu gimana lagi? tinggal tanya forum wordpress, cari di internet atau cari pluginnya biasanya masalah langsung selesai, fix,fix,fix. Bahkan tanpa tahu koding sedikitpun kita bisa membuat tampilan web/blog yang super mewah dengan wordpress.

Dengan wordpress aku jadi banyak tahu tentang dunia blog, hosting, domain, SEO dan disain

wordpress membuat siapapun bisa memiliki website baik untuk perusahaan, personal ataupun komunitas, dan siapapun bisa menggunakannya.

Income Dunia Maya

Awal karir dunia blogging

Awal mengenal dunia maya,  saat itu belum terpikir bagaimana mencari / mendapatkan penghasilan dari internet cuma seru-seruan aja, semuanya berubah sewaktu seorang teman mengajakku untuk ikut lomba SEO, apa itu SEO?, bagaimana caranya? masih blank. Tetapi ikut aja dulu, syaratnya cuma perlu punya blog baik yang self hosted ataupun gratisan yang penting pada tanggal yang sudah ditentukan dan dengan kata kunci yang sudah ditentukan oleh panitia, 5 orang pemenang akan mendapatkan hadiah” oke, mari kita berlomba”.

Hosting gratisan dan domain gratisan menjadi target bagiku untuk mengikuti lomba, masalahnya saat itu untuk sewa hosting berbayar belum terlalu penting, disamping itu juga masalah pembayaran online masih belum semudah dan se-aman seperti saat ini. 

Kembali ke cerita saya sebelumnya, di kompetisi ini aku berkenalan lagi dengan gadis-gadis yang bernama Cpanel, FTP manager, DNS, SSL .htaccess ,apache, dan MySQL, bukannya semangat menjadi luntur tapi semakin pengen dan semakin seru bro ternyata eh ternyata masih banyak yang belum aku ketahui dan semakin banyak yang perlu aku pelajari dan pahami, Seandainya dulu,.. haduh tapi sudahlah otodidak let’s go. No regret, #makepossible pikirku saat itu.

Singkat ceritanya, saat itu aku memperoleh posisi kedua di search engine dan mendapatkan hadiah domain dari panitia lomba, btw teman saya yang ngajakin tadi menjadi juara 1 di kompetisi tersebut. Hadiah lomba tersebut aku manfaatkan untuk membuat sebuah blog pribadi dengan nama terkeren di jagat maya yang menurutku saat itu, wkwkwk. Domain gratis perlu hosting yang gratis juga pikirku, ya namanya pemula mas. abang, bu, pak kalau ngga kotor ngga belajar.

Sebuah situs yang menyajikan informasi seputar aplikasi/software gratis berhasil aku bangun, berbekal pengalaman lomba SEO yang sudah aku lewati dan perkenalan dengan gadis-gadis yang seru-seru tadi akhirnya mereka mengajak aku untuk berkenalan lagi dengan gadis bernama PPC, saat itu syarat meraih hati sang gadis ngga terlalu susahlah daftar langsung diterima, gak seperti saat ini perlu dicek bibit, bebet dan bobotnya. 3 bulan setelah website aplikasi tersebut saya luncurkan, hasil dari perjajian ikatan dengan gadis bernama PPC mulai terlihat ya, saat itu sekitar 1.8 sampai 2.5 juta perbulan aku hasilkan dari satu website, kebayang dong kalau punya lebih dari satu.

Sayangnya, hal ini tidak berlangsung lama tahun kedua menggunakan hosting gratisan membawaku kesebuah penyesalan.

 

Hosting,Cloud, Server, Domain,

romansa dunia hosting

kisah perjalan dunia hosting dari lokal-keluar-lokal lagi

Penyesalan hosting gratis, sebab database website saya telah disusupi script jahat, saya tidak tahu dari mana asalnya apakah dari pihak hosting, plugin atau dari hacker, yang pasti script tersebut mengalihkan pengunjung blog saya kebeberapa situs. Hasilnya pengunjung blog saya turun dan begitu juga pendapatannya.

Tanpa pikir panjang lagi setelah database saya bersihkan dari script pengalih tersebut sayapun pindah hosting berbayar yang cukup murah dan seperti sebelumnya tahun pertama tidak ada masalah namun pada tahun kedua penyedia hosting tersebut hilang entah kemana, syukurnya website-website saya yang ada pada server penyedia jasa hosting tersebut sudah saya backup terlebih dahulu.

Saya pindah lagi ke penyedia web hosting lokal lain, layanannya cukup memuaskan saya hampir tidak ada masalah pada penyedia hosting ini hanya permasalahan bandwidth yang saya alami yaitu jumlah user yang mendowload aplikasi pada situs saya tersebut membludak, jadi ketika batas bandwidth habis website saya akan down, tidak bisa diakses sama sekali. 

Penyedia menyarankan untuk mengupgrade hosting saya ke dedicated server dengan harga yang cukup fantastis menurut saya saat itu, namun saya berpikiran lain saya pindahkan lagi hosting saya ke penyedia hosting di luar negeri  dengan kelas dedicated server namun harganya pas dikantong. hehehe. Alasannya sangat sederhana pengen hosting murah hasilnya ngga murahan dan keamanannya bagus. Fasilitas dan layanan cukup bagus kelasnya beda pada saat itu saya rasakan, ada masalah langsung chat dan dibantu sampai selesai. 

Permasalahannya di biaya bro! tahun pertama misal Rp.1juta per bulan setahun sekitar 12 juta, namun pada tahun kedua pembayaran lebih dari 12 juta per tahunnya yaitu sekitar hampir 2x lipat , alasan pihak penyedia adalah layanan untuk paket saya sekarang bertambah ada ini dan itu, seandainya pihak penyedia membicarakan hal ini lebih awal tentu saya ngga akan komplain, yo wes! saya pindah ke hosting  lokal aja, pikirku. Toh sekarang penyedia jasa hosting murah di Indonesia sudah sama berkelasnya dengan pihak luar negeri. Kenapa ngga? kenapa harus bertahan, pikirku  ” Cintailah produk produk Indonesia, kalau bukan kita siapa lagi?, kalau bukan sekarang? kapan lagi? “.

Penutup

the story must End but the Show must go on

Sekarang ini, aku memilih menjadi seorang front end designer lepas, walau dulu sempat bekerja di sebuah universitas negeri ternama di jawa barat dengan posisi yang sama, rasanya bekerja dengan menjadi bos sendiri jauh lebih nyaman. Masih bisa maen pubg, maen bareng anak tanpa harus diribetkan dengan urusan tumpang tindih kantor. Setidaknya beberapa penghargaan sudah pernah saya raih baik juara lomba blog, juara lomba SEO, juara lomba design logo  kelas internasional .

Sebagai penutup tulisan ini, apapun cita-citamu berusahalah untuk meraihnya buat semuanya menjadi mungkin dan jangan menyerah terhadap keadaan, maju terus pantang mundur!. Membuat blog atau website itu sebenarnya mudah hanya saja yang paling penting itu adalah pemilihan hosting sebab salah memilih diawal bisa berakibat fatal kedepannya, cukup melelahkan dan banyak ruginya, oh iya untuk tahu hosting murah yang bagus dan cara membuat blog profesional dengan mudah, kamu cukup ikutin link yang saya buat diatas, thanks ya Sob.